Percaya Sama Mbah Dukun ? haram lah…


Tanya : Apa hukumnya mempercayai ramalan seorang paranormal ? Saya perhatikan, kadang ramalan seorang paranormal itu benar sebagaimana ramalan Mama Loren tentang musibah beruntun di awal tahun 2007 ?

Jawab : Sebelum menjawab pertanyaan Saudara, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebagai berikut :

Awas! Lindungi Istri dan putri-putri anda dari germo persia.

Anda penasaran mengapa banyak orang terutama dari kalangan hidung belang, untuk masuk ke agama syi’ah?

Marketer syi’ah memelet calon korbannya dengan iming-iming surga dengan cara mengumbar nafsu kepada wanita seluas-luasnya. Simak contoh riwayat riwayat palsu karya mereka yang mereka ajarkan kepada para hidung belang berikut ini :

Pemeluk agama Syi’ah merekayasa riwayat palsu dari Ja’far As Shadiq berikut:

ليس منا من لم يؤمن بكرتنا ولم يستحل متعتنا

“Tidak termasuk golongan kita siapa saja yang tidak beriman kepada raj’ah (kebangkitan kita) dan menghalalkan pernikahan mut’ah kita.”

Riwayat palsu ini dapat anda temukan di beberapa referensi Syi’ah berikut: Man laa Yahdhuruhu Al Faqih 3/458, karya As Syeikh Shaduq wafat thn 381 H, Al Masa’il As Sarawiyah 30, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn 413 H, At Tafsir As Shafi 1/440, karya Al Muhsin Al Faidh Al Kasyaani wafat thn : 1091 H, & Wasaa’ilus Syi’ah 21/7-8 , karya Al Hur Al ‘Amili wafat thn 1104 H.

Belum merasa cukup dengan anjuran di atas, marketer agama Syi’ah masih merasa perlu untuk membuat rekayasa riwayat dari Abu Abdillah Ja’far As Shadiq, guna merangsang air liur para hidung belang agar sudi bergabung dengan mereka :

ما من رجل تمتع ثم اغتسل إلا خلق الله من كل قطرة تقطر منه سبعين ملكا يستغفرون له إلى يوم القيامة ويلعنون متجنبها إلى أن تقوم الساعة.

“Tidaklah ada seorang lelakipun yang menjalankan nikah mut’ah, kemudian ia mandi janabah (seusai menggauli istri mut’ahnya) melainkan Allah akan menciptakan dari tiap tetes air yang menetes dari tubuhnya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampunan untuknya hingga hari qiyamat dan akan melaknati orang yang enggan menjalankannya hingga hari qiyamat.”

Riwayat ini dapat anda temukan pada referensi Syi’ah berikut: Risalatul Mut’ah hal: 9, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn : 413 H, Wasa’ilus Syi’ah 21/8, karya Al Hur Al ‘Aamili wafat thn 1104 H, & Bihaarul Anwaar 100/307, karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H.

masih belum puas dengan pahala yang demikian besar, Fathullah Al Kasyaani merekayasa dua hadits dari Nabi berikut :

من تمتع مرة كان درجته كدرجة الحسين عليه السلام، ومن تمتع مرتين فدرجته كدرجة الحسن عليه السلام، ومن تمتع ثلاث مرات فدرجته كدرجة علي بن أبي طالب عليه السلام، ومن تمتع أربع مرات فدرجته كدرجتي

“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Husain ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Hasan ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah empat kali, maka kedudukannya menyamai kedudukanku”.

Saudaraku! Anda boleh saja bertanya: Bila demikian kedudukan orang yang nikah mut’ah, maka apakah penjahat bengis, pezina ulung, pemabok, pemakan riba dan kejahatan lainnya dapat menggapai kedudukan ini hanya dengan nikah mut’ah? Bayangkan saudaraku! Lelaki hidung belang dan germo bejat dapat menyamai kedudukan Nabi yang rajin ibadah hingga kaki beliau pecah-pecah. Menurut anda, agama model apakah ini?

من تمتع مرة أمن من سخط الجبار ومن تمتع مرتين حشر مع الأبرار، من تمتع ثلاث مرات زاحمني في الجنان

“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka ia terbebas dari kemurkaan Allah Yang Maha Perkasa. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka ia akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang berbakti. Dan barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka ia akan berdesakan denganku di dalam surga.”

Kedua riwayat ini dapat anda temui dalam kitab: Manhajus Shaadiqin Fi Ilzamil Mukhalifin 493, karya Maula Fathullah Al Kasyaani wafat thn 997 H.

Ini adalah pahala yang bakal diterima oleh lelaki yang menjalankan nikah mut’ah.

Saudara! masihkah anda merasa aman dari mereka? akankah anda membiarkan mereka mengancam istri dan putri putri anda?

Dari apa yang telah dijelaskan di atas, nyatalah bagi kita semua bahwa perkara ghaib mutlak menjadi hak Allah, dan Dia hanya memberikan sebagian pengetahuan tersebut kepada para Nabi dan Rasul untuk membuktikan kebenaran risalah yang dibawanya.

Jikalau ada orang yang mengaku bahwa ia mengetahui sebagian perkara/urusan ghaib, maka dapat dipastikan bahwa ia berdusta berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka lah orang-orang yang disebut sebagai dukun (kahin – alias mbah dukun).

Terkadang, memang, perkataan dukun tersebut secara kebetulan mencocoki kebenaran. Ada hadits shahih yang menjelaskan fenomena ini. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa ia berkata :

سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم ناس عن الكهان فقال ليس بشيء فقالوا يا رسول الله إنهم يحدثوننا أحيانا بشيء فيكون حقا فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم تلك الكلمة من الحق يخطفها الجني فيقرها في أذن وليه فيخلطون معها مائة كذبة

Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang berita-berita yang disampaikan para dukun. Beliau menjawab : “Berita-berita tersebut bohong belaka”. Mereka berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya berita-berita yang mereka sampaikan itu terkadang sesuai kenyataan?”. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Itulah kebenaran yang dicuri oleh jin, lalu dibisikkannya ke telinga pengikutnya. Lalu ia mencampurkannya dengan seratus kebohongan” (HR. Bukhari nomor 5429 Bab : Al-Kahaanah dan Muslim nomor 2228 Bab : Tahriimil-Kahaanah).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إذا قضى الله الأمر في السماء ضربت الملائكة بأجنحتها خضعانا لقوله كالسلسلة على صفوان قال علي وقال غيره صفوان ينفذهم ذلك فإذا { فزع عن قلوبهم قالوا ماذا قال ربكم قالوا } للذي قال { الحق وهو العلي الكبير } فيسمعها مسترقو السمع ومسترقو السمع هكذا واحد فوق آخر ووصف سفيان بيده وفرج بين أصابع يده اليمنى نصبها بعضها فوق بعض فربما أدرك الشهاب المستمع قبل أن يرمي بها إلى صاحبه فيحرقه وربما لم يدركه حتى يرمي بها إلى الذي يليه إلى الذي هو أسفل منه حتى يلقوها إلى الأرض وربما قال سفيان حتى تنتهي إلى الأرض فتلقى على فم الساحر فيكذب معها مائة كذبة فيصدق فيقولون ألم يخبرنا يوم كذا وكذا يكون كذا وكذا فوجدناه حقا للكلمة التي سمعت من السماء

“Apabila Allah menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-Nya, seakan-akan firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu rata. Hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan). Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka, mereka berkata : “Apa yang difirmankan Tuhanmu ?”. Mereka menjawab : “(Perkataan) yang benar. Dan Dial ah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. Ketika itulah, (syaithan-syaithan) penyadap berita (wahyu) mendengarnya. Keadaan penyadap berita itu seperti ini : sebagian mereka di atas sebagian yang lain – digambarkan oleh Sufyan (perawi hadits – Abul-Jauzaa’) dengan telapak tangannya, dengan direnggangkan dan dibuka jari-jemarinya – maka ketika penyadap berita (yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, disampaikannyalah kepada yang di bawahnya. Kemudian disampaikan lagi kepada yang ada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal. Akan tetapi, kadangkala syaithan penyadap berita itu terkena syihab (meteor) sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadangkala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab. Lalu dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal melakukan seratus macam kebohongan. Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan : “Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari begini akan terjadi begitu (dan itu benar terjadi)”; sehingga dipercayalah tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari langit” (HR. Bukhari nomor 4424 dan 4522).

Pada hakikatnya, dukun tersebut telah menjadi wali syaithan dalam berbuat makar kepada Allah untuk menyesatkan manusia. Khabar-khabar yang disampaikan syaithan tersebut mengharuskan dirinya berbuat maksiat kepada Allah, termasuk mengerjakan kesyirikan yang merupakan dosa besar yang paling besar di sisi Allah.

Haram hukumnya bagi kita mempercayai perkataan dukun yang mengkhabarkan perkara ghaib. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda :

من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu lalu ia membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam” (HR. Muslim nomor 2230).

من أتى حائضا أو امرأة في دبرها أو كاهنا فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم

“Barangsiapa yang mendatangi (menggauli) istrinya yang sedang haidl atau mendatangi (menggauli) istrinya pada duburnya, atau mendatangi dukun lalu membenarkan perkataannya; maka sesungguhnya ia telah berlepas diri (kufur) dari ajaran yang diturunkan kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam” (HR. Abu Dawud nomor 3904, At-Tirmidzi nomor 135, An-Nasa’i dalam Al-Kubra 10/124, dan yang lainnya; shahih).

Kesimpulan : Praktek perdukunan adalah haram. Bahkan ia termasuk dalam perkara-perkara yang dapat membatalkan ke-Islaman seseorang. Haram pula bagi kita untuk mendatangi, menanyakan sesuatu, dan mempercayai apa yang diucapkan oleh dukun/tukang ramal. Apabila yang ucapkan si dukun tersebut adalah benar, maka itu hanyalah sebuah kebetulan saja. Betapa banyak (baca : kebanyakan) ramalan seorang dukun meleset, tidak sesuatu dengan kenyataan. Allaahu a’lam.

Abul-Jauzaa’ Al-Bogory

Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan kami dan hubungi kami